Bagaimana Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Pergerakan Market?

Traders, apakah Anda masih juga merasa kebingungan mengenai data yang akan rilis apakah benar-benar sesuai ramalan atau ada revisi lagi? Padahal sebagai trader, Anda selalu mengikuti berita fundamental supaya informasi dari berita dapat diandalkan untuk mendukung open position. Nah, yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya mereka mengikuti news di saat ada berita yang mempengaruhi mata uang dan suku bunga.

Alasan itulah yang mendorong kami menulis artikel ini, demi menjabarkan mengapa pergerakan suku bunga dapat mempengaruhi nilai mata uang.

 

Inflasi dan Pengaruhnya pada Market

Ekonomi suatu negara memiliki kecenderungan meningkat yang disebut peningkatan nilai mata uang (inflasi) dan kecenderungan tersebut berlangsung dari waktu ke waktu. Sehingga harga cenderung naik dan mengakibatkan berkurangnya daya beli masyarakat pada suatu barang produksi.

Hal ini kemudian menimbulkan harga produksi semakin tidak terbeli oleh konsumen. Makin banyak barang yang dibutuhkan, maka semakin sedikit barang yang ada dipasar. Imbasnya adalah produksi barang di pasar semakin langka, sedangkan permintaan dari market semakin meningkat.

Ketidakseimbangan di market ini kemudian menjadikan nilai uang semakin tak berharga karena barang yang ada di pasar mulai menipis. Akhirnya, nilai dari harga barang produksi semakin mahal dan meningkat tajam.

Jika inflasi dibiarkan merajalela, uang tidak ada nilai harganya seperti saat ini. Kebutuhan
akan barang yang diinginkan konsumen tak akan mampu terbeli. Misalnya harga sepotong roti yang awalnya sehariga $1 bisa menjadi $100 perpotong roti. Kedengarannya seperti lelucon yang tidak masuk akal dan tidak mungkin, tetapi inflasi seperti ini pernah terjadi di negara-negara dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi, seperti Zimbabwe.

Untuk
menghentikan bahaya inflasi yang merajalela, diperlukan campur tangan
dari bank central untuk menaikkan suku bunga dalam rangka membendung
tekanan inflasi yang menakutkan.

Suku Bunga dan Kaitannya dengan Market

Efek jangka panjang dari kenaikan suku bunga adalah dalam waktu lama akan membuat uang pinjaman lebih mahal. Pada gilirannya konsumen tak mampu membayar kredit. Akhirnya, harga yang lebih tinggi akan mengambil korban sebagai dampak dari inflasi.

Solusinya adalah bank sentral harus menurunkan suku bunga, yang berimbas pada penurunan tarif dan bunga kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan ekspansi. Bank Sentral memiliki peran untuk menjaga keseimbangan dan mendorong pertumbuhan, sementara pada saat yang sama dia juga bertugas sebagai pengendali inflasi.

Sisi positif dari suku bunga tinggi adalah investor asing akan melirik dan berinvestasi di negara itu. Akibatnya, ada peningkatan permintaan mata uang karena banyak investor yang menanamkan modalnya di negara tersebut. Dengan demikian, Negara-negara yang menawarkan keuntungan tertinggi pada investasi melalui suku bunga, memberikan efek pada pertumbuhan ekonomi yang semakin bergairah.

Jika pasar saham suatu negara berjalan dengan baik dan mereka menawarkan tingkat bunga tinggi, investor asing cenderung untuk melakukan investasi di negara itu. Hal ini meningkatkan permintaan mata uang suatu negara, dan menyebabkan nilai mata uang tersebut naik.

 

Pelonggaran Suku Bunga

Berikut adalah salah satu ilustrasi untuk menggambarkan pengaruh suku bunga terhadap pertumbuhan market.

Pada awal tahun 2009, perekonomian di seluruh dunia mengalami penurunan. Ada sisi menarik di mana pada tahun tersebut Amerika sedang menurunkan tingkat mata uangnya, sedangkan Australia malah menaikkan suku bunganya.

Tujuan Amerika menurunkan tingkat suku bunga, supaya masyarakatnya bisa terbantu dalam menghadapi krisis ekonomi. Sedangkat tujuan Australia menaikkan tingkat suku bunganya adalah ingin mendorong investor melakukan investasi di negeri kanguru tersebut.

Karena ini adalah di awal ekspansi ekonomi, investor asing mulai mengarah ke perusahaan Australia, dan tentu saja membutuhkan dolar Australia untuk membuat investasi mereka di Australia. Selain itu, trader Forex mulai membeli pair mata uang AUD/USD dalam mengantisipasi permintaan harga yang lebih tinggi.