Bagaimana Mengelola Transaksi Trading Agar Memaksimalkan Profit

Bagaimana Mengelola Transaksi Trading Agar Memaksimalkan Profit dan Tetap Menjaga Kerugian. Kita awali materi belajar forex kali ini dengan sebuah kisah tentang salah seorang trader melakukan sebuah penelitian pada dua orang teman tradernya.

Kepada mereka, dia memberi tahu tentang rekomendasinya atas kondisi pasar hari ini. Dia pun memberi saran pada salah satu dari mereka untuk open position pada sell. Sedangkan pada orang yang lain dia merekomendasikan untuk open position pada buy.

Apa yang terjadi?

Apakah Anda sekarang berpikiran bahwa salah seorang dari kedua orang tersebut
rugi? Oh, tidak. Apakah mereka berdua mengalami rugi? Tidak. Justru sebaliknya, kedua teman trader tersebut mendapatkan profit untuk trading mereka.

“Kenapa demikian?”

“Bukankah keduanya mengambil open posisi pada order yang berbeda?!”

Tenang, jangan emosi, seorang trader harus berpikir dingin dan jernih. Cobalah simak penjelasannya lebih lanjut.

Saat Mengakhiri Trading

Di hari yang lain, trader tersebut kembali memberi saran pada dua temannya. Sekali lagi dia memberi saran trading yang berlawanan. Dia coba memberikan rekomendasi sesuai arah trend hari dan memberikan
rekomendasi yang berlawanan dengan trend. Jika trend saat ini masih bullish, orang yang satu diberinya rekomendasi untuk sell. Sedangkan di saat masih bearish orang yang lainnya dia berikan rekomendasi untuk buy.

Namun kali ini kedua orang tersebut kemungkinan besar akan melakukan close position pada kondisi yang sama: loss di akhir sesi trading mereka.

Semua kejadian tersebut membuktikan bahwa tidak peduli di mana Anda melakukan open position, yang terpenting adalah Anda harus tahu kapan meninggalkan trading sehingga Anda memperoleh keuntungan.

Ada sebuah gambaran dasar ketika orang pro melakukan open dan keluar secara tepat. Dasar itu merupakan sebuah rule trading yang senantiasa dipegang oleh mereka yang terjun ke dunia Forex dan telah profit.

Contoh:
Kenapa orang-orang profesional saat ini cenderung memilih EUR/USD dan tidak memilih AUD/USD? Jawaban mereka karena EUR/USD berada dalam krisis ekonomi sehingga open position yang mesti diambil adalah sell, sedangkan AUD/USD masih berada pada daerah titik support memungkinkan untuk meneruskan trend panjang, sehingga open posisi akan diambil buy. Hal inilah yang menjadikan seorang profesional trader dapat mengembangkan keuntungan yang jauh lebih besar tanpa rugi.

Logika vs. Emosi
Namun pada kenyataannya, tampaknya tak seorang pun tahu persis bagaimana cara untuk keluar dari trading begitu open posisi sudah masuk ke market.
Anda dapat membayangkan, bahwa hal ini mengarah pada pembentukan kebiasaan buruk seperti membiarkan rasa takut dan serakah menginfeksi trading Anda. Hal ini pula yang menyebabkan Anda membiarkan floating
semakin besar, dengan harapan kosong bahwa trading suatu saat nanti akan berbalik.

Akhirnya Anda segera memotong transaksi yang baru, demi mendapatkan profit sedikit. Daripada logika Anda yang berbicara, pada saat itu emosi telah menguasai Anda. Karena takut dan khawatir kalau Anda akan kehilangan sejumlah kecil susah payah dari keuntungan yang sudah diperoleh.

 

Bull vs Matador

Jika diibaratkan, pasar adalah banteng maka dan Anda merupakan matadornya. Jika Anda masuk ke arena banteng, kemudian Anda takut dan akhirnya keluar lagi, maka apa yang Anda dapatkan? Mungkin Anda akan mendapatkan keuntungan sedikit dapat menyentuh banteng tersebut.

Namun bila Anda terlalu lama di arena banteng, kemungkinan besar Anda akan dihabisi
oleh market. Banteng yang sedang ngamuk akan menginjak-injak Anda sampai jatuh tersungkur.

Tips
Solusi yang tepat untuk Anda adalah menerima.
Dalam hal ini menerima bahwa analisis Anda mungkin salah, bahwa titik SR akan tertembus, bahwa indikator Anda mungkin akan mengalami repaint untuk Anda. Oleh karena itu, terimalah apa yang terjadi pada transaksi Anda. Dengan begitu, Anda dapat melihat dengan jelas arah dari market, sehingga Anda dapat keluar dari trading dengan tepat.