Analisa Teknikal EUR/USD 3 Juli 2016 – Pasca Brexit Euro Diperkirakan Menguat

Koreksi naik yang dijalani pada hari Kamis kemarin ternyata lebih dalam dari yang diperkirakan. Usai memperbarui sesi maksimumnya, kurs euro terkoreksi sampai ke 1.1024 (prediksi ke 1.1070). Lompatan tajam ini disebabkan oleh pelemahan nilai pound pasca pidato Kepala BoE, M. Carney. Dia bersedia melonggarkan kebijakan moneter di Inggris setelah musim panas.

Pada momen M. Carney menyampaikan pidatonya, kurs pound/dolar turun dua digit, sedangkan euro/dolar – satu. Pelemahan mata uang tunggal mampu ditopang oleh kenaikan kurs euro/pound. Pada penutupan sesi hariannya, harga pulih dari 1.1024 ke 1.11.

Prediksi Pasar Hari Ini:

Seperti biasanya, hari Jumat sering menghadirkan hal-hal di luar prediksi. Menurut saya, euro akan bergerak variatif. Selain itu, sebelum mulai menguat, euro diperkirakan akan kembali dahulu ke 1.1060. Dari sana harga mungkin akan pulih ke 1.1143. Apabila aksi pemogokan di Norwegia berlanjut dan harga minyak naik sampai menembus $51, maka euro akan mengalihkan targetnya ke 1.1180.

Analisis Teknikal:

Prediksi intraday: minimum – 1.1060, maksimum – 1.1143, penutupan – 1.1114.

 

Gambar 1. Kurs euro/dolar pada periode H1. Sumber: TradingView
M. Carney telah membantu euro terkoreksi sampai ke 1.1024. Dari sana, para pembeli melakukan buyout euro. Harga kemudian kembali ke level 1.11. Saat ini pair diperdagangkan di garis lb, di 1.1093. Ini berarti bahwa pair akan diseimbangkan pada periode per jamnya, dan harga siap terlepas dari sana. 
Dikarenakan harga kemarin drop cukup kuat, maka prediksi saya terhadap target maksimum hari ini ialah di 1.1143, atau di bawah maksimum yang kemarin di 1.1154. Dan seperti yang telah saya sebutkan di atas bahwa jika barel Brent berhasil menembus $51, maka target akan dialihkan dari 1.1143 ke 1.1180.

Sumber: alpari-forex.com